ARTIKEL TERKAIT


SEBARKAN
ARTIKEL INI

BLOG MOBILBARU sangat ringan buka DI HP kamu

Contact Person:ceritakita8729@gmail.com

Pria Ini Dilaporkan Gara-gara Menyamakan Megawati dengan San Suu Kyi Si Pembantai Ummat Islam Rohingya, Ini Kronologinya

Diposkan oleh supri haryanto



Pria Ini Dilaporkan Gara-gara Menyamakan Megawati dengan San Suu Kyi Si Pembantai Ummat Islam Rohingya, Ini Kronologinya -Jika dulu ada pepatah yang mengatakan mulutmu harimaumu, maka sekarang bukan hanya mulut yang menjadi harimau, namun tulisan, atau hanya sekedar kicauan kita di media sosialpun bisa menjadi bomerang untuk kita sendiri. Oleh karena itu kita dituntut untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai seperti kasus dibawah ini, dilansir dari TRIBUNNEWS, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), organisasi sayap PDI-P melaporkan pemilik akun Facebook bernama Dhandy Dwi Laksono ke Polda Jatim, Rabu (6/9/2017). Akun tersebut memuat opini berjudul "San Suu Kyi dan Megawati", yang berisi menyamakan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dengan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. Tulisan yang dimuat di situs berita itu disebar melalui Facebook Dandhy pada 4 September 2017.



"Aku yang akan membuat semua keputusan, karena akulah pemimpin partai yang memenangi pemilu". (Suu Kyi, dikutip The Independent, 11 Oktober 2015). Lalu apa hubungannya dengan Megawati? Setelah menggantikan Gus Dur yang justru mengambil jalan damai dan diplomasi budaya dengan Aceh, pada 19 Mei 2003, Presiden Megawatimengirim 40.000 tentara dan mengumumkan status Darurat Militer di Aceh yang berdarah-darah.

Ia mengikuti irama kendang para jenderal dan diplomatnya yang mengkondisikan perang di Aceh dengan membuat rangkaian perundingan internasional menemui jalan buntu, bahkan menangkapi para jururunding GAM, persis Jenderal De Kock menangkap Diponegoro saat berunding." Ketua DPD Repdem Jatim, Abdi Edison, menilai, secara keseluruhan, opini tersebut memanfaatkan momentum tragedi kemanusiaan di Myanmar untuk menghina dan menebar kebencian kepada Megawati dan Presiden Jokowi sebagai pimpinan negara.

"Dalam tulisan disebut bahwa sejak PDI-P memenangkan pemilu 2014, yang menjadikan Jokowi sebagai presiden, jumlah penangkapan warga di Papua tembus angka 1.083 orang," kata Abdi. Penulis opini tersebut, kata Edison, mengabaikan fakta bahwa bagaimana Presiden Jokowi membangun infrastruktur Papu beberapa waktu terakhir. "Dalam opini tersebut tidak disertakan solusi untuk Papua seperti halnya tulisan opini pada umumnya. Ini bagi kami jelas bermotif menebar kebencian melalui media sosial," ujarnya.

Selengkapnya simak video di atas.(Kompas.com). Berita ini telah tayang di Kompas.com, berjudul: Samakan Megawatidengan San Suu Kyi, Dhandy Dilaporkan ke Polisi


BERIKAN KOMENTAR KAMU TENTANG ARTIKEL INI

PENULIS: supri haryanto
MOBILBARU Updated at : 1:09 PM

{ 0 comments... blog ini DOFOLLOW or add one}


Post a Comment